Kamis, 12 Maret 2009

Penggunaan Fly Ash sebagai Filler Polipropilen


Fly ash merupakan abu ringan yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Ukuran partikel fly ash berkisar antara 10 - 20μm dengan bentuk partikel sperti bola. Fly ash mengandung mineral SiO2 amorf, SiO2 kristalin, Al2O3, CaO, TiO2, Fe2O3 dan MgO. Komposisi fly ash sangat tergantung pada jenis batubara dan sistem pembakaran batubara tersebut. Sifat fly ash yang ringan menyebabkan beberapa permasalahan lingkungan khususnya bagi kesehatan penduduk di sekitar industri yang menggunakan bahan bakar batubara. Permasalahan kesehatan yang diakibatkan oleh fly ash adalah iritasi pada mata, iritasi pada kulit, iritasi pada membran mucuous, penyakit pada organ pernafasan seperti pada paru-paru dan penyakit kanker. Sifat fly ash yang dapat larut di dalam air menyebabkan oksida logam yang terkandung di dalamnya tersebar dalam lingkungan sehingga fly ash menjadi polutan bagi lingkungan (MSDS, 2005).
Dewasa ini sering digalakkan penelitian untuk pemanfaatan fly ash. Diantaranya dengan memanfaatkan fly ash sebagai material filler dalam polipropilen. Material filler merupakan material yang digunakan untuk bahan pengisi rongga kosong dalam polipropilen. Penggunaan material filler memberikan efek terhadap sifat mekanik, ketahanan terhadap bahan kimia dan bahkan konduktivitas dari polipropilen.
Penggunaan fly ash sebagai material filler ditritmen terlebih dulu dengan bahan silana. Bahan silana berfungsi sebagai konektor antara polipropilen dan fly ash (coupling agent).Sehingga fly ash dapat lebih compatible dengan polipropilen.
Polipropilen yang dimodivikasi dengan fly ash mengalami perkembangan sifat mekanik dan ketahanan terhadap bahan kimia. Pada kadar 0.15 % b/b fly ash dalam polipropilen dapat menaikkan nilai ultimate tensile strenght dari polipropilen sebesar 12.81% terhadap polipropilen tanpa fly ash serta sifat ketahanan terhadap bahan kimia yang tidak mengalami banyak perubahan (Salam, 2009).
Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Penelitian ini merupakan awal kemajuan teknologi dan science untuk menggantikan peralatan yang terbuat dari baja atau logam yang berat dengan peralatan yang terbuat dari bahan polimer yang tentunya akan lebih ringan beratnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar